Rabu, 30 Mei 2012

Dasar-Dasar Protokol Routing


Dasar-Dasar Protokol Routing


Pada kali ini kita akan membahas bagaimana router bisa mendapatkan informasi secara otomatis dan berbagi informasi tersebut dengan router-router lainnya via protokol routing dinamik. Protokol routing adalah bahasa yang dipakai oleh router-router untuk saling berbicara satu sama lain untuk berbagi informasi mengenai keterjangkauan (reachability) dan status dari network-network.
Protokol routing dinamik tidak hanya melakukan tugas penentuan jalur (path-determination) dan pengisian tabel routing saja, tetapi juga menentukan jalur terbaik ke network tujuan dari beberapa jalur jika jalur yang terbaik sebelumnya mengalami kegagalan (down). Kemampuan untuk menangani adanya perubahan topologi pada network adalah keuntungan terpenting yang ditawarkan oleh routing dinamik melebihi routing statik.
Semua protokol routing dinamik dibangun diatas sebuah algoritma. Secara umum, sebuah algoritma adalah langkah-langkah prosedur untuk mengatasi sebuah persoalan. Algoritma routing setidaknya harus menetapkan hal-hal berikut:
  • Prosedur untuk menyampaikan informasi keterjangkauan (reachibility) suatu network kepada router-router yang lain.
  • Prosedur untuk menerima informasi reachibility dari router-router lain.
  • Prosedur untuk menentukan jalur (route) yang paling optimal berdasarkan informasi reachability yang dimiliki untuk kemudian dimasukkan kedalam tabel routing.
  • Prosedur untuk menangani adanya perubahan topologi dalam network.
Beberapa hal yang umum dalam pembahan protokol routing adalah path determination(penentuan jalur), metricsconvergence, dan load balancing.

Path Determination

Semua subnet didalam network harus terhubung pada sebuah router, dan setiap interface router yang terhubung pada sebuah network, interface tersebut harus memiliki address yang berada dalam network. Address inilah yang menjadi titik permulaan informasi reachiblity.
Gambar berikut menunjukkan network sederhana dengan 3 router. Router A mengenali network 192.168.1.0192.168.2.0, dan 192.168.3.0 karena Router A memiliki interface-interface yang berada pada network tersebut dengan address dan subnet mask yang bersesuaian. Begitu juga, Router B mengenali network 192.168.3.0192.168.4.0,192.168.5.0, dan 192.168.6.0Router C mengetahui network-network 192.168.6.0,192.168.7.0, dan 192.168.1.0. Setiap interface mengimplementasikan data link dan protokol fisik dari network yang terhubung dengannya, jadi router juga mengetahui status dari network (up atau down).
1-path-determine
Setiap router mengenal network-network yang terhubung langsung dengannya (directly connected) dari address dan mask yang di assign padanya.
Sekilas, prosedur berbagi informasi nampak sederhana. Kita lihat pada Router A:
  1. Router A memeriksa semua IP address yang dimiliki dan mask yang bersesuai kemudian menyimpulkan bahwa Router A terhubung pada network 192.168.1.0192.186.2.0, dan192.168.3.0.
  2. Router A memasukkan informasi ini kedalam tabel routing nya, dan memberikan tanda (flag) bahwa network-network tersebut adalah network yang terhubung langsung (directly connected).
  3. Router A meletakkan informasi kedalam sebuah paket yang berbunyi: “network-network yang terhubung langsung denganku adalah 192.168.1.0, 192.186.2.0, dan 192.168.3.0“.
  4. Router A mengirimkan kopian dari paket-paket informasi route ini, atau disebut jugarouting updates, kepada Router B dan C.
Rotuer B dan C yang juga melakukan langkah-langkah yang sama, mengirimkan update dan informasi network yang terhubung langsung kepada A. Router A memasukkan informasi yang diterima kedalam tabel routing bersamaan dengan address source dari router yang mengirimkan paket update tersebut. Router A kini mengenali semua network dan address dari router yang terhubung dengan network tersebut.
Prosedur seperti ini tampak sederhana, lantas kenapa protokol routing tampak lebih rumit dari ini? Mari kita lihat lagi gambar topologi diatas, dan coba menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
  • Apa yang harus dilakukan oleh Router A terhadap update-update yang diterima dari Router B dan C setelah informasi tersebut dimasukkan kedalam tabel routing? Haruskah Router A mengirimkan paket informasi routing B ke C dan sebaliknya paket informasi routing C ke B?
  • Jika Router A tidak memforward update, ada kemungkinan informasi yang dibagi-bagi antar router tidak lengkap. Misalnya, jika link antara B dan C tidak ada, kedua router tersebut tidak akan mengenali network-network milik satu sama lain. Router A harus memforward informasi update, tetapi hal ini akan menimbulkan beberapa permasalahan baru yang lain.
  • Jika Router A mendengar informasi tentang network 192.168.4.0 dari kedua Router B dan Router C, maka router yang manakah yang harus digunakan oleh A untuk mencapai network tersebut? Apakah keduanya valid? Mana diantara keduanya yang memiliki jalur terbaik?
  • Mekanisme apa yang harus digunakan untuk memastikan semua router menerima semua informasi routing dan pada saat yang sama mencegah paket update berputar-putar tanpa henti dalam network?
  • Beberapa router ada yang terhubung pada network yang sama (192.168.1.0, 192.168.3.0, dan 192.168.6.0). Haruskah router-router tetap meng-advertise network-network tersebut?

Metrics

Ketika terdapat lebih dari satu route (jalur) yang menuju network yang sama, router harus mempunyai sebuah mekanisme untuk menghitung dan menentukan manakah jalur terbaik diantaranyaMetric adalah variable yang diberikan kepada route (jalur) sebagai cara untuk meranking jalur-jalur tersebut dari yang terbaik sampai yang terburuk. Pertimbangkan contoh berikut sebagai alasan kenapa dibutuhkan sebuah metric.
Dengan mengasumsikan sharing informasi telah terjadi pada network dalam gambar diatas. Kemungkinan isi tabel routing Router A adalah sebagai berikut:
2-tabel-routing-assumsi
Tabel routing ini menunjukkan bahwa 3 network pertama termasuk network yang terhubung langsung (directly connected) dan tidak diperlukan proses routing pada Router A untuk menjangkau network-network tersebut.  4 network terakhir dapat dicapai via Router B atau via Router C. Informasi ini juga valid. Tetapi jika network 192.168.7.0 dapat dicapai melalui Router B maupun Router C, maka jalur yang manakah yang akan dipilih? Metric dibutuhkan untuk menyusun ranking alternatif-alternatif tersebut.
Protokol routing yang berbeda menggunakan metric yang berbeda juga. Misalnya, RIPmendefinisikan route terbaik adalah route dengan jumlah router hop paling sedikit; EIGRPmendefinisikan route terbaik berdasarkan kombinasi dari bandwidth dan total delay pada route. Berikut ini adalah hal-hal yang paling sering digunakan sebagai sebuah metric:

Hop Count

Metric Hop Count hanya menghitung jumlah router hop. Misalnya, dari router A, terdapat 1 router hop (A-B) untuk mencapai network 192.168.5.0 jika paket dikirimkan melalui interfaces0/1 (192.168.3.1) dan terdapat 2 router hop (A-C-B) jika paket dikirimkan melalui interface s0/0 (192.168.1.1). Jika metric yang digunakan hanyalah hop count maka route terbaik adalah route dengan hop paling sedikit, dalam hal ini adalah jalur A-B.
Tetapi apakah link A-B benar-benar jalur terbaik? Jika link A-B adalah link DS-0, sedangkan link A-C dan C-B adalah link T-1, maka jalur dengan 2 hop bisa jadi jalur terbaik yang sebenarnya, karena bandwidth memainkan peran dalam menentukan seberapa efisien trafik yang melalui network.

Bandwidth

Metric bandwidth akan memilih jalur dengan bandwidth lebih terbesar. Akan tetapi, bandwidth sendiri bisa saja bukan metric yang bagus. Bagaimana jika link T1 dipadati juga oleh traffik-traffik lain dan link 56k traffiknya sepi? Atau bagaimana jika link dengan bandwidth yang lebih besar juga memiliki delay yang lebih besar juga?

Load

Metric ini mencerminkan jumlah traffik yang menggunakan link sepanjang jalur. Jalur terbaik adalah jalur dengan traffik yang paling sepi.
Tidak seperti hop count dan bandwidth, load pada route (jalur) berubah-ubah, dan karena itu nilai metricnya juga berubah. Karena itu perlu perhatian yang lebih disini. Jika perubahan nilai metric terjadi terlalu sering, maka frekuensi perubahan route terbaik pada router juga semakin tinggi, hal ini akan mempengaruhi penggunaan CPU pada router, bandwidth data link, dan stabilitas network.

Delay

Delay adalah ukuran waktu yang harus diambil ketika paket menempuh sebuah jalur (route). Protokol routing yang menggunakan delay sebagai metric akan memilih jalur dengan delay paling sebentar sebagai jalur terbaik. Ada beberapa cara untuk mengukur delay. Delay yang dipertimbangkan tidak hanya pada link sepanjang jalur, tapi juga faktor-faktor seperti latensi router dan delay antrian. Bahkan sebaliknya, delay dari route bisa saja tidak jadi ukuran sama sekali.

Reliability

Reliability mengukur kemungkinan link dalam satu hal akan mengalami kegagalan dan dapat berupa variable atau nilai yang sudah ditetapkan. Contoh reliability yang berupa variable adalah jumlah seberapa sering link mengalami kegagalan, atau jumlah error yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Contoh reliability dengan nilai tetap didasarkan pada kualitas yang diketahui dari sebuah link seperti yang telah ditentukan oleh administrator. Jalur dengan reliability tertinggi akan terpilih sebagai jalur terbaik.

Cost

Metric ini dikonfigurasi oleh admin untuk mencerminkan jalur-jalur yang lebih disukai. Costdapat didefinisikan dengan kebijakan apapun atau berdasarkan karakteristik link atau bisa saja mencermikan kebijakan sewenang-wenang administrator. Karena itu, cost adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan metric tak berdimensi.
Cost sering digunakan sebagai istilah umum saat membicarakan pemilihan sebuah jalur. Misalnya, “RIP memilih cost terendah sebuah jalur berdasarkan hop count”. Istilah umum lainnya adalah terpendek, seperti dalam “RIP memilih jalur terpendek berdasarkan hop count”. Jika digunakan dalam konteks seperti ini, cost terendah (atau tertinggi) dan terpendek(atau terpanjang) hanyalah sudut pandang protokol routing berdasarkan metric-nya yang telah ditetapkan.

Convergence

Protokol routing dinamik harus menyertakan beberapa prosedur bagi router untukmenginformasikan pada router-router lain tentang network-network yang terhubung langsung dengannya, prosedur untuk menerima dan memproses informasi yang sama yang diperoleh dari router lain, dan prosedur untuk memforward informasi yang diterima kepada router yang lain. Dan juga, protokol routing juga harus mendefinisikan sebuah metric yang akan digunakan untuk menentukan jalur yang terbaik.
Ukuran lebih lanjut bagi protokol routing adalah bahwa informasi keterjangkaun (reachability) dalam tabel routing pada semua router dalam network harus konsisten. Jika Router A pada gambar dibawah menentukan bahwa jalur terbaik menuju network 192.168.5.0 adalah melalui Router C dan Router C menentukan bahwa jalur terbaik menuju network yang sama adalah melalui Router A, maka Router A akan mengirimkan paket ke C dan C akan mengembalikan paket tersebut ke A, A ke C lagi, dan begitu seterusnya. Hal ini disebutrouting loop.
Proses membawa semua tabel routing menjadi status konsisten disebut convergence. Waktu yang digunakan untuk berbagi informasi melintasi network dan agar semua router menghitung jalur terbaiknya masing-masing disebut convergence time.
3-convergence
Perhatikan bahwa pada saat t2 3 router paling kiri mengetahui adanya perubahan topologi akan tetapi 3 router paling kanan belum menerima informasi perubahan tersebut. 3 router tersebut masih memiliki informasi yang lama dan akan terus menggunakannya untuk memforward paket-paket. Dalam waktu seperti inilah network dikatakan berada dalam statusunconverged, dan error dalam proses routing bisa saja terjadi. Karena itu, convergence timeadalah faktor yang sangat penting dalam protokol routing apapun. Semakin cepat convergence time semakin baik.

Load Balancing

Pada pembahasan routing statik sebelumnyaload balancing berarti praktek mendistribusikan traffik diantara beberapa jalur yang memiliki tujuan yang sama agar penggunaan bandwidth bisa menjadi lebih effisien. Sebagai contoh kegunaan load balancing, mari kita tinjau kembali topologi network diatas. Semua network pada topologi tersebut dapat dijangkau dari 2 jalur. Jika mesin pada network 192.168.2.0 mengirimkan arus paket pada mesin dalam network 192.168.6.0, Router A bisa saja mengirimkan semua paket tersebut via Router B atau router C. Keduanya sejauh 1 hop. Akan tetapi, mengirimkan semua paket melalui 1 jalur mungkin bukanlah cara yang paling effisien untuk memanfaatkan bandwidth yang tersedia. Karena itu, load balancing harus diimplementasikan untuk mengubah-ubah traffik diantara kedua jalur. Seperti pada pembahasan sebelumnya, load balancing dapat berupa equal cost atau unequal cost, per paket atau per tujuan (destination).

Selasa, 03 April 2012

JARINGAN PENDDIDIKAN NETWORK

Jaringan Pendidikan Network mulai berjalan pada tahun 1998 waktu saya bekerja di Depdiknas (Kemendiknas). Dari tahun 1998 sampai tahun 2000 saya menulis beberapa artikel mengenai komputer dan Internet yang berdasar implementasi sesuai dengan Manajemen Berbasis-Sekolah (MBS). 

Tetapi, kira-kira tahun 2000-2001 industri TIK yang sedang berjuang di pasar TIK yang sedang sulit di Indonedia mulai sadar mengenai Peluang Bisnis TIK di Sektor Pendidikan (pasar besar - sekarang lebih dari 50 juta murid). Sejak waktu itu kami sudah berjuang untuk mengatasi Banyak Retorika yang muncul mengenai peran TIK dalam pendidikan, maupun isu-isu terkait Mutu Pendidikan dan Teknologi. Itu sebabnya akhirnya kami merasa membutuh situs Ilmu Teknologi Pendidikan. Di situs ini kami berfokus kepada isu-isu yang berbasis-keadaan di Indonesia, yang sangat mempengaruhi manfaatnya teknologi canggih di Indonesia.

"1 Komputer Untuk Satu Siswa, Atau Berapa Rasio Yang Terbaik?"
(Apakah Ini Hanya Pertanyaan Akademik?)


Kapan Kita Akan Mempunyai "1 Komputer Untuk Satu Siswa"?
 

Kapan ya....................? Baca..................!


"Ayo, Mengarah Ke Mutu Pembelajaran Yang Standar Dunia"
(Teknologi Tepat Guna Adalah Solusinya, Bukan Pembelajaran Berbasis-ICT)
Kalau menggunkan "Ilmu Teknologi Tepat Guna" (Ilmu Teknologi Pendidikan) komputer jarang dipakai di kelas, dan tidak perlu, sebetulnya(Jarang Tepat Guna). 

"Teknologi Tepat Guna (TTG) sudah ada di semua sekolah di Indonesia "Sekarang", dan guru-guru hanya perlu belajar caranya menggunakan TTG secara efektif, dan bersama PAKEM kita dapat mencapaikan Pendidikan Standar Dunia. Maupun Menggunakan Strategi/Metodologi TTG (Yang Berbasis-Pedagogi) Adalah Cara Terbaik Untuk Mengintegrasikan Semua Macam Teknologi Dalam Pendidikan. 

Pembelajaran Berbasis-ICT Di Kelas Dapat Sangat Mengancam Perkembangan SDM (Maupun Perkembangan Guru) Yang Kreatif Di Indonesia. Informasi lanjut...
"Kita Kan Tetap Harus Berusaha Untuk Mengikuti Perkembangan Dunia"
Saya sangat setuju, tetapi masalahnya adalah kita tidak ikut "perkembangan dunia" dan itu sebabnya kita tetap tidak maju. Anak-anak kita mempunyai kemampuan besar, dan saya ingin melihat mereka mengambil tempat di dunia ini yang sesuai, bukan menjadi TKI yang tenaga buruh terus. Tetapi kita harus fokus kepada strategi-strategi "perkembangan dunia" yang benar dapat dilaksanakan dan mengembangkan kemampuannya - yang sudah terbukti!
"Internet Belum Dimanfaatkan Secara Positif Oleh Pelajar"
(Prof. DR. Nurtain)
"PADANG--MI: Pakar pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. DR. Nurtain mengatakan kini banyak pelajar dan mahasiswa yang tidak memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi internet untuk hal-hal positif namun lebih cenderung hanya untuk menghabiskan waktu dan hal yang tidak bermanfaat." 

Prof. DR. Nurtain - Salut
Semoga kita dapat mulai menggunakan anggaran pendidikan kita untuk hal yang penting, seperti melatih guru-guru di lapangan mengenai caranya menggunakan "Teknologi Yang Tepat Guna"

Semoga Sukses! 
Kelihatannya kita sudah mulai sadar!
Internet Masuk Sekolah - Mengapa?
"Teknologi Pendidikan Tepat Guna :: Jaman Kini!"
Dengan rasio: "Sekarang Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa" dan "dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet", pembelajaran oleh komputer & e-Learning jelas bukan solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah jaman kini, kan? 

Yang penting dulu pemerintah fokus kepada target rasio komputer / siswa menjadi 1:20 pada tahun 2015 itu supaya kita dapat melaksanakan program pembelajaran "mengenai TIK" di semua sekolah yang sangat-sangat penting. Yang penting untuk semua pendidik sekarang: "Apakah Kebijakan TIK (ICT) di Sekolah Mengancam?"
"Pelajar Kayuagung Kecanduan Game Online"
"KAYUAGUNG, KOMPAS.com — Para siswa SD hingga SMA sederajat di Kayuagung, ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, ditengarai sudah kecanduan permainan di internet (game online) sehingga cenderung malas belajar." 

"Redi (11), pelajar di salah satu SD negeri di Kayuagung, mengaku sengaja menyisihkan uang jajannya sebesar Rp 3.000 per hari untuk bermain game online di warnet selama satu jam penuh karena sehari saja tidak ke warnet ia mengaku pusing." 

"Di sejumlah warung internet di Kayuagung diketahui, puluhan kelompok pelajar hampir setiap hari memenuhi warnet untuk bermain game online, bahkan ada siswa yang membolos sekolah demi menyalurkan hobi di dunia maya tersebut." 

"Sejak empat bulan terakhir saya tidak pernah lagi jajan di sekolah karena uang yang diberikan orangtua disimpan untuk membayar sewa warnet selama satu jam supaya bisa main game online, kata Redi." 

"Firman (42), salah seorang pemilik warnet di Kayuagung, membenarkan perihal banyaknya pelajar di daerah itu yang saat ini sedang kecanduan game online, Facebook, dan Friendster di dunia maya." 
"Facebook Sebabkan Mahasiswa Malas dan Bodoh"
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengguna Facebook yang masih sekolah berhati-hatilah! Menurut studi yang dilakukan oleh Ohio State University, semakin sering Anda menggunakan Facebook, semakin sedikit waktu Anda belajar dan semakin buruklah nilai-nilai mata pelajaran Anda.
"Hati-hati, 600 Juta Situs Seks Intai Pelajar!"
SURABAYA, KOMPAS.com — Sedikitnya 600 juta situs seks dan pornografi saat ini mengintai pelajar pengguna internet. Karena itu, harus ada kontrol penggunaan internet.
"Konsumsi Anak terhadap Siaran Televisi, Internet, dan Telepon Seluler harus dikurangi"
"Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi minta para orang tua untuk mengurangi kebiasaan anak menonton televisi, mengakses internet dan menggunakan telepon seluler."(Saturday, February 21, 2009)
Kami di E-Pendidikan.Com terus ditanya "Apakah ada informasi baru di bidang teknologi & pendidikan?" Ya: 
Teknologi Sekarang Membuat Beberapa Ancaman Baru Terhadap "Anak-Anak Bangsa Yang Cerdas".
  • Banyak sekali siswa-siswi sudah biasa membuang terlalu banyak waktu main games, misalnya Play Station dan Games Online. Waktu ini sebaiknya digunakan untuk menambah kemampuan mengulang pelajaran dari sekolah. Sebagai siswa-siswi atau orang tua yang bertanggungjawab kita perlu sangat membatasi atau memonitor waktu anak-anak kita main games atau akses Internet. 

    Ingat bahwa main games hanya dapat menyiapkan anak-anak kita untuk jurusan pengangguran!
  • Terlalu banyak siswa-siswi juga sudah mulai menghabiskan banyak waktu di Internet di situs-situs hiburan (atau cari jodoh) seperti Facebook, Yahoo Messenger dan Friendster di mana mereka hanya menghabiskan waktu, yang sangat tidak produktif, dan perlu dibatasi. Kalau kita rajin keliling warnet setelah jam sekolah kita dapat melihat bahwa kebanyakan siswa-siswi sedang sibuk dengan chatting dan e-mail (pergaulan). 

    Ini juga baik untuk mereka yang hanya berharap ikut pengangguran!
  • Lebih dari 90% bahan dan informasi yang bermutu, yang dapat meluaskan dan membuka pikiran dan kreativitas anak kita di Internet dalam bahasa Inggris (the international language). Internet sebagai sumber informasi saja sangat terbatas untuk anak-anak kita karena bahan dan informasi bermutu dalam bahasa Indonesia adalah sangat sedikit. Sebetulnya ada banyak isu yang jauh lebih penting. Misalnya! 

    Lebih baik mereka menggunakan waktunya untuk belajar bahasa Inggris supaya mereka dapat berpartisipasi di dunia global, kan? Maupun membuka pintu kerja di seluruh dunia.
    Informasi dan bahan pembelajaran yang paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa-siswi mereka akan menerima di sekolah oleh guru. Kadang-kadang gurunya akan menambah kegiatan seperti penelitian di mana siswa-siswi diberi tugas mencari informasi dari Internet. Ini kegiatan yang baik dan adalah fokus. Kegiatan begini sebaiknya dilaksanakan di luar jam sekolah supaya tidak makan waktu di sekolah yang masih sangat kurang.
Do we need education technology to achieve quality teaching/learning?
Teknologi pendidikan yang sampai sekarang ini masih sangat dapat membantu guru dan siswa-siswi di lapangan adalah apa? 
  • Biasanya teknologi yang paling efektif adalah yang paling sederhana, yang mengajak siswa-siswi aktif dalam proses pembelajaran. Misalnya
  • Semua siswa-siswi perlu belajar keterampilan komputer dan TIK karena keterampilan komputer dan TIK sering sekali adalah kebutuhan utama di lapangan kerja. Tetapi teknologi cangih sebagai media untuk menyampaikan pendidikan kita tidak perlu!
"I can answer "No" without any hesitation to your basic question 'do we need education technology to achieve quality teaching/learning?'" (Totok Amin Soefijanto)
Mr. Totok Amin Soefijanto is Deputy Rector (Vice-Chancellor) for Academics and Research at Paramadina University, Jakarta
.
He earned his Ed.D in educational media and technology at Boston University. 
Apakah benar teknologi adalah solusi untuk
pendidikan yang bermutu di Indonesia?
Jangan menunggu sampai kita akan menghadapi Ujian Negara (UN) lagi. Yang paling penting sekarang adalah pembelajaran dari sekolah mereka.Mohon jangan sampai main game komputer, chatting, Friendster, Facebook, dll dapat memakan waktu mereka sampai anak-anak kita dirugikan oleh teknologi! 
Ingat Ya!
"Facebook Sebabkan Mahasiswa Malas dan Bodoh"
Tata letak Tidak BagusTanggung jawab sekolah yang besar dalam memasuki era globalisasi adalah mempersiapkan siswa-siswi untuk menghadapi tantangan-tantangan yang sangat cepat perubahannya. Salah satu dari tantangan yang dihadapi oleh para siswa adalah menjadi pekerja yang bermutu. 

Kemampuan berbicara dalam bahasa asing, kemahiran komputer dan Internet, dan kemampuan menggunakan program-program seperti Microsoft merupakan tiga kriteria utama yang pada umumnya diajukan sebagai syarat untuk memasuki lapangan kerja di Indonesia (dan di seluruh dunia). 
Kelas Pelajaran IT
Mengingat hanya sekitar 30% dari lulusan SMAdi seluruh wilayah Nusantara ini yang melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi formal, dan dengan adanya komputer yang telah merambah di segala bidang kehidupan manusia, maka dibutuhkan suatu tanggung jawab yang besar terhadap system pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan kemahiran komputer bagi para siswa kita. Pembelajaran teknologi adalah sangat penting dan semua sekolah adalah wajib untuk mengajar Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).
Berita Hari Ini
Kami sangat mendukung perkembangan teknologi di bidang pendidikan, tetapi kami wajib untuk menjaga supaya teknologi dan aplikasinya adalah sesuai dengan kebutuhan. 

Misalnya, Meningkatkan Peran dan Mutu Perpustakaan Sekolah.
Perpustakaan Sekolah dan Lingkungan
Apakah Teknologi Adalah Solusi Perpustakaan?
Kita perlu manajemen di sekolah yang baik supaya kita dapat menggunakan teknologi sebaik mungkin, misalnya laptop di sekolah.

Teknologi dapat digunakan, tetapi hanya akan betul bermanfaat setelah hal-hal (misalnya manajemen) sudah diatasi. 

Implementasi teknologi di bidang pendidikan perlu diintegrasikan ke dalam perencanaan (master plan) terhadap semua aspek pengembangan pendidikan secara seimbang (bukan secara proyek). Sering pengumuman yang muncul di media mengenai teknologi di arena pendidikan kelihatannya kurang menilaikan penelitian dan pengalaman di dunia pendidikan. Kasus-kasus teknologi dan pendidikan tertentu kelihatannya juga diankat sebagai solusi umum. 

Padahal ada isu-isu yang penting dan perlu dihadapi duluan misalnya: "Sekolah tak Bisa Tangkal Situs Porno" yang akan perlu SDM di tingkat sekolah yang sangat bermutu dan rajin. 

Memang kita wajib untuk mencari solusi yang kreatif, tetapi kita juga wajib untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang ada di dunia supaya kita tidak hanya mengulangkan kegagalan negara lain. 
Kita Sangat Perlu Penelitian

Warnet
Apakah, karena makin banyak siswa-siswi sekarang main Internet di warnet daripada menggunakan waktunya di rumah untuk mengulang pelajaran dari sekolah dan mengerjakan PRnya ini sebagai salah satu sebabnya hasil dari Ujian Nasional (UN) kelihatannya menjadi lebih buruk?
Kita perlu tahu!

Teknologi pendidikan, misalnya; Whiteboard-Elektronik, OHP, Video, Televisi, e-Learning, Internet, dll, selalu mutu akhirnya 100% tergantung mutu content dan proses pengajaran. Teknologi sendiri hanya sebagai medium. Kalau teknologi berhasil atau gagal tergantung content dan proses pengajaran, bukan teknologinya. 

Kelihatannya teknologi seperti laptop murah belum dapat diimpor sesuai dengan harga yang disebutkan, misalnya: 
$150 Linux Mini-PC dari Cina
$150 Linux Mini-PC dari Cina
Perusahaan Cina menawarkan komputer mini yang murah dan Berbasis-Linux sebagai cara untuk menutupi "digital divide" (jarak antara yang dapat akses teknologi dan yang belum). YellowSheepRiver membuat $150 "Municator" yang kelihatannya sudah siap dan dapat dipesan sekarang dengan "leadtime" 3 bulan, dan kelihatannya akan sampai di pasar sebelum MIT $100 komputer "One Laptop Per Child" (OLPC)". Info lebih lengkap


One Laptop Per Child
E-Pendidikan Mendukung Program "One Laptop Per Child"
"Laptop ini dirancang untuk dipakai di negara berkembang (dengan harga $100 sekarang masih $188) . Bulan Januari, Michalis Bletsas, pejabat tinggi proyek ini mengatakan kepada BBC bahwa OLPC berharap menjual laptop ini untuk umum tahun depan. Pemerintah dapat membeli laptop berwarna hijau dan putih ini sampai 250.000 buah. 

Satu Anak Satu Laptop : "To provide children around the world with new opportunities to explore, experiment and express themselves." Informasi lanjut. 

Jadi tujuan kami di Pendidikan Network adalah mencari laptop dan teknologi lain dengan harga semurah mungkin untuk bidang pendidikan.
Popular Links
Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi), yang Diimplementasikan secara PAKEM memang adalah solusi utama untuk menyiapkan anak-anak kita untuk menghadapi tantangan-tantangan masa depan. 

Bagaimana kita (masyarakat dan industri) dapat bekerjasama untuk meningkatkan fasilitas teknologi untuk anak-anak sekolah? Bagaimana mencapaikan "Satu Anak Satu Laptop?" 

Ayo Pak MenDikNas, Mari kita berjuang bersama untuk meningkatkan semua aspek pendidikan supaya menjaminkan pendidikan yang bermutu untuk semua... 

Anggaran Pendidikan 20% - Bersih Tanpa Korupsi dan MarkUp ... Mohon perhatian isu-isu di lapangan!
"Bambang Sudibyo menambahkan, adanya fasilitas ICT akan mampu memperbaiki akses pendidikan yang bermutu, yang selama ini sulit diakses oleh mereka yang bermukim di kawasan terpencil." (ANTARA News). 

Maaf Pak, maksudnya "akses pendidikan yang bermutu" yang mana, di mana? Mohon memberi tahu Pak! 

Kami sedang mencari sumber-sumber bahan pelajaran dan bahan pengajaran di Internet untuk anak-anak dan guru. 
.
Salam Pendidikan!

Sabtu, 31 Maret 2012

PENDIDIKAN


Pendidikan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

[sunting]Filosofi pendidikan

Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.
Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."[rujukan?]
Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

[sunting]Fungsi pendidikan

Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
  • Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
  • Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
  • Melestarikan kebudayaan.
  • Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
  • Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
  • Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
  • Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestiseprivilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
  • Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
  • Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
  • Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
  • Menjamin integrasi sosial.
  • Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
  • Sumber inovasi sosial.